Rabu, 20 Januari 2021 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
Kamis, 19-11-2020 - 17:32:03 WIB
Foto Doni Monardo/ist/*
TERKAIT:
 
  • Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan semua kepala daerah termasuk Gubernur untuk melarang semua bentuk kegiatan kerumunan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan Covid19.

    Doni Monardo kembali mengingatkan kepada semua Gubernur, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia untuk melarang semua bentuk kegiatan pengumpulan massa. Kerumunan dan keramaian selalu berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.

    "Untuk itu, siapapun yang punya niat berkunjung ke daerah, membuat acara, dan berpotensi menimbulkan kerumunan serta melanggar protokol kesehatan, wajib dilarang. Demi menyelamatkan rakyat kita agar terhindar dari penularan virus Covid 19," ungkap Doni kepada  wartawan di Bandara Halim Perdana Kusuma sebelum melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta Kamis 19 November 2020.

    Sebelumnya, Doni juga telah melakukan percakapan via telpon dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Ia menyampaikan, belajar dari kejadian di Jakarta beberapa hari lalu maka gubernur wajib melakukan pencegahan agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam bentuk acara apapun di masa mendatang. "Semua kegiatan wajib taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Protokol kesehatan adalah harga mati," tegasnya.

    Doni berharap para Gubernur, Pangdam dan Kapolda bisa segera membuat jumpa pers sekaligus menyampaikan ke publik bahwa di masa pandemi ini kita harus disiplin dan patuh pada protokol kesehatan sesuai arahan Presiden. Para tokoh ulama, tokoh masyarakat atau siapapun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan. 

    "Bagi yang berniat akan menggelar acara, maka saya ingatkan, tugas kita  melakukan pencegahan. Para tokoh, ulama harus menjadi teladan, memberi contoh mencegah agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan," kata Doni.

    Menurutnya, seperti yang terjadi di Jakarta, jika terlambat dicegah, dan saat massa sudah berkumpul, maka ketika dibubarkan sangat berpotensi terjadi gesekan. 

    "Makanya saya minta kepada semua pemimpin di daerah untuk melakukan pencegahan, mengingatkan agar apa yang terjadi di Jakarta minggu lalu tidak terulang di tempat lain," tegas mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

    "Kalau massa sudah berkumpul dan kita bubarkan maka bisa terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Pasti jatuh korban. Makanya harus tegas sejak awal, agar kerumunan yang melanggar protokol kesehatan tidak terjadi. Ingat, covid ini nyata, bukan konspirasi. Yang meninggal di Indonesia sudah lebih 15 ribu orang, dan dunia lebih 1,5 jt jiwa," katanya.

    Doni berjanji, akan menelpon satu persatu semua Gubernur, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia untuk mengingatkan agar benar-benar menjalankan larangan kerumunan massa. "Jika para pemimpin di daerah tegas menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan maka kita sudah melindungi rakyat kita."

    Menurut Doni, percepatan penanganan membutuhkan peran serta semua pihak. Tanpa dukungan kolektif dari masyarakat, rantai penyebaran Covid-19 akan terus terjadi. Menghindari kerumunan, salah satunya, menjadi langkah yang nyata untuk memutus rantai penyebaran tersebut. 

    "Upaya bersama dalam perubahan perilaku dibutuhkan dalam adaptasi masa pandemi ini. _Salus populi suprema lex_, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," kata Doni. (Rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Nakes Libur adalah Wajib
    Jumat 01-01-2021 - 11:37
    Pariwisata
    Dari Muhibah PWI Pekanbaru ke Sumbar, Wabup Suhatri Bur: Kami Butuh Promosi
    Minggu 27-12-2020 - 12:00
    Ada Aktivis 98 Hingga Kapitra Ampera Masuk Kabinet Reshuffle: Jokowi Harus Tepati Janji !
    Selasa 22-12-2020 - 06:12
    45 Anggota DPRD Pekanbaru Ikuti Bimtek Renja dan Kode Etik di DIY
    Senin 21-12-2020 - 21:27
    Bersempena Usia Ke-18, Alumni AAU 2002 Gelar Baksos
    Sabtu 19-12-2020 - 17:25
    Doni Monardo: Harus Revisi UU Kekarantinaan Kesehatan
    Sabtu 19-12-2020 - 16:20
    Aceh dan Sumut Butuh Pionir dalam Solusi Permanen Banjir Bandang di Indonesia
    Rabu 16-12-2020 - 16:22
    Disketapang Pekanbaru Serahkan Bantuan Pertanian untuk Poktan Binaan Lanud Roesmin Nurjadin
    Selasa 15-12-2020 - 09:43
    Pimpinan DPRD Warning Perusahaan Soal Naker Lokal, Sudah Sosialisasikan ke Masyarakat
    Selasa 15-12-2020 - 00:00
    Gelar Bimtek di Bali, 45 Anggota DPRD Pekanbaru Dituntut Profesional dan Bersinergi Dengan Pemko
    Minggu 13-12-2020 - 19:29
    Kabinet Harus Diresfhuffle, Saatnya Jokowi Tepati Janji untuk Aktivis 98
    Minggu 13-12-2020 - 18:53
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif