Selasa, 24 November 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Sayed Junaidi: Fitnah Keji Terhadap Jokowi, Soal Isu Tukar Guling Ruas Jalan Nama Jokowi dengan 256 Ribu HA di Kaltim
Sabtu, 24-10-2020 - 04:01:21 WIB
Foto: Sayed Junaidi Rizaldi/ist/*
TERKAIT:
 
  • Sayed Junaidi: Fitnah Keji Terhadap Jokowi, Soal Isu Tukar Guling Ruas Jalan Nama Jokowi dengan 256 Ribu HA di Kaltim
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA -- Pernyataan dari Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah soal penamaan salah satu Jalan di Abu Dhabi yang dianggap ditukar dengan 256 Ha lahan di Kalimantan Timur, dianggap sebagai statement yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.


    Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 (RNA98), Sayed Junaidi Rizaldi ( pakcik ) mengatakan, harusnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sekelas Jatam bisa mengeluarkan statement yang akurat dan tidak asal berkomentar, apalagi kalau statement tersebut mengarah kepada asumsi, bahkan fitnah, karena tidak ada bukti atas tudingan itu.

    "LSM sekelas Jatam, harusnya mengeluarkan pernyataan yang bisa dipertanggung jawabkan, tidak asal mengomentari suatu hal yang belum dibuktikan. Pernyataan seperti itu harus dibuktikan secara hukum, apakah benar Jokowi melakukan deal-deal politik seperti itu, menjual tanah air hanya gara-gara hanya gara-gara digunakan namanya sebagai salah satu jalan di Abu Dhabi. Kalau hanya sekedar asumsi berdasarkan cuma pikiran-pikiran, tanpa didukung fakta dan data, inikan jelas merusak nama baik bangsa ini negara lain aja menghargai presiden kita, tapi kita sendiri sebagai anak bangsa tidak mau menghargai tidak mau menghormati yang diberikan bangsa lain kepada presiden kita," ujar Sayed, Jumat (23/10/2020).

    Keterpilihan Joko Widodo sebagai presiden hingga periode kedua saat ini dikatakan Sayed Junaidi karena dipilih oleh rakyat. Bukan rekayasa Pemilu. Ketika ada tudingan yang tidak beralasan seperti itu, dikatakan Sayed tidak hanya melukai hati seorang Jokowi saja, tapi juga rakyat Indonesia.

    "Presiden adalah simbol pemerintahan, simbol negara dipilih secara demokratis, bukan rekayasa Pemilu seperti zaman Soeharto. Kalau memang kita dianggap golongan terpelajar dan golongan cerdas katanya, bertabayyunlah, bukan justru kita menyimpulkan sesuatu itu hanya berdasarkan asumsi," tegasnya.

    Kalau pun ibukota baru ketuanya dewan pengarahnya dari Pangeran Abu Dhabi harusnya menurutnya juga tidak bisa membuat asumsi dan mengait-ngaitkan dua persoalan yang berbeda tersebut.

    "Sama aja kita berpikir begini, ada seorang pengurus masjid, tiba-tiba dia beli motor baru, sementara masjid sedang dalam pembangunan dan kebetulan dia memang yang ngumpulin dananya. Lalu kita berpikir kalau dia menggunakan uang masjid untuk beli motor baru padahal mungkin baru dapat warisan dari kampung, kan sebaiknya tabayyun. Ayolah fitnah itu sangat keji dan sangat tidak disukai Allah, neraka hawiyah tempatnya," tegas Pakcik .

    Sayed menyayangkan pernyataan tersebut, dan berharap agar yang bersangkutan lebih cepat menyadari kesalahannya. Apalagi hal tersebut juga mengarah kepada pembunuhan karakter.

    "Nanti ujung-ujungnya dikonfirmasi ke pihak kepolisian minta maaf, tapi tanpa sadar mungkin Anda sadar bahwa fitnah itu jug pembunuhan karakter, kalau tidak ada bukti nggak usah ngomong, kalau mau ngomong harus pakai data sebagai bukti, jangan asumsi," pungkasnya. (*)



     
    Berita Lainnya :
  • Sayed Junaidi: Fitnah Keji Terhadap Jokowi, Soal Isu Tukar Guling Ruas Jalan Nama Jokowi dengan 256 Ribu HA di Kaltim
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan
    Minggu 22-11-2020 - 05:15
    Arya Sinulingga Tidak Akan Adukan Balik Pospera
    Jumat 20-11-2020 - 13:38
    Peri Rinandar: Relawan yang Mundur Adalah Keputusan Cemen
    Kamis 19-11-2020 - 18:15
    Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
    Kamis 19-11-2020 - 17:32
    DPP Hanura Minta Proses PAW DPRD Siak Disegarakan dan Sesuai dengan Regulasi
    Rabu 18-11-2020 - 14:34
    Solidaritas Jaringan Reformasi Apresiasi Satgas Covid-19 Kirimkan Masker untuk Kegiatan Habib Rizieq
    Minggu 15-11-2020 - 08:27
    RSUD AA Jalani Dua Fungsi Pelayanan Secara Maksimal Untuk Masyarakat
    Kamis 12-11-2020 - 13:35
    Ditengah Covid, RSUD Tetap Lakukan Operasi Berat Bahkan Operasi Jantung Secara Mandiri
    Kamis 12-11-2020 - 13:31
    Cuma Bikin Masalah, Aminnullah Disarankan Mundur
    Selasa 10-11-2020 - 16:53
    RNA98 : Revolusi Akhlaq Itu Apakah Harus Merugikan Orang Lain?
    Selasa 10-11-2020 - 16:47
    Tidak Ada Benang Kusut yang Tidak Bisa Diurai
    Senin 09-11-2020 - 07:31
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif