Selasa, 24 November 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Sayed Junaidi: Rakyat Butuh Vaksin
Jumat, 23-10-2020 - 05:23:47 WIB
Foto: Sayed Junaidi Rizaldi/ist/*
TERKAIT:
 
  • Sayed Junaidi: Rakyat Butuh Vaksin
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA -- Masih banyaknya pertentangan dari sebagian masyarakat soal vaksin Covid-19 dinilai harus segera diakhiri. Pasalnya jika tetap dijadikan bahan perdebatan yang panjang, maka kondisi wabah tetap tak akan berkesudahan. 


    Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 (RNA98), Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan, langkah vaksin harus segera dilakukan. Karena dampak Covid-19 tidak hanya masalah terfokus kepada masalah kesehatan saja, tapi seluruh sektor, yang menghambat seluruh aktivitas masyarakat.

    "Vaksin untuk masalah Covid-19 ini merupakan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh rakyat, karena kita tahu betul, semenjak ada Pandemi Global Covid-19 ini, pendapatan masyarakat menurun, PHK banyak, usaha pada stagnan bahkan gulung tikar, pendidikan anak terkendala, sementara waktu terus berjalan," kata Sayed, Jumat (23/10/2020).

    Dikatakan Sayed, persoalan ini tidak hanya muncul saat ini saja, beberapa waktu sebelumnya juga muncul kontroversi yang sama dalam hal beberapa vaksin.

    "Jadi vaksin ini harus segera disiapkan pemerintah, itu yang paling penting. Dulu vaksin meningitis itu kontroversi juga waktu itu kita lakukan, belum lagi masalah soal vaksin rubella," ujarnya.

    Lagi pula, dikatakan Sayed, sebelumnya juga sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa bahwa, dalam kondisi darurat boleh menggunakan obat yang tidak halal, selagi belum ditemukan penggantinya.

    "Itu kan memang ada petunjuk dari fatwa ulama. Kalau dalam keadaan darurat, selagi belum ada yang halal menjadi obatnya, kita pun boleh gunakan yang haram, karena itu memang ada hukum-hukumnya yang membolehkan, terutama untuk obat, dalam keadaan darurat. Kecuali pilihannya ada halal dan haram," jelasnya.

    Ia juga mencontohkan seorang pendaki gunung yang kemudian harus survival untuk bertahan hidup, daun-daun juga tidak ada yang bisa dimakan. Kemudian ia bertemu dengan kodok, karena nggak ada bekal apa-apa lagi, padahal kodok ini binatang yang hidup di dua alam, maka haram jika memakannya.

    "Banyak lagi yang diharamkan, bukan hanya babi dan anjing yang diharamkan, ada lagi yang lain berdasarkan klasifikasinya, ada yang berkuku tajam, hidup di dua alam dan lain sebagainya, namun segala macam itu menjadi boleh ketika dalam keadaan darurat, dan sama sekali tidak ada pilihan lain. Saya rasa itu yang harus kita terima, bahwasanya ini sudah kebutuhan masyarakat, itu yang harus kita tidak terjebak pasa soal yang kontroversi ini," pungkasnya. (*)



     
    Berita Lainnya :
  • Sayed Junaidi: Rakyat Butuh Vaksin
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan
    Minggu 22-11-2020 - 05:15
    Arya Sinulingga Tidak Akan Adukan Balik Pospera
    Jumat 20-11-2020 - 13:38
    Peri Rinandar: Relawan yang Mundur Adalah Keputusan Cemen
    Kamis 19-11-2020 - 18:15
    Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
    Kamis 19-11-2020 - 17:32
    DPP Hanura Minta Proses PAW DPRD Siak Disegarakan dan Sesuai dengan Regulasi
    Rabu 18-11-2020 - 14:34
    Solidaritas Jaringan Reformasi Apresiasi Satgas Covid-19 Kirimkan Masker untuk Kegiatan Habib Rizieq
    Minggu 15-11-2020 - 08:27
    RSUD AA Jalani Dua Fungsi Pelayanan Secara Maksimal Untuk Masyarakat
    Kamis 12-11-2020 - 13:35
    Ditengah Covid, RSUD Tetap Lakukan Operasi Berat Bahkan Operasi Jantung Secara Mandiri
    Kamis 12-11-2020 - 13:31
    Cuma Bikin Masalah, Aminnullah Disarankan Mundur
    Selasa 10-11-2020 - 16:53
    RNA98 : Revolusi Akhlaq Itu Apakah Harus Merugikan Orang Lain?
    Selasa 10-11-2020 - 16:47
    Tidak Ada Benang Kusut yang Tidak Bisa Diurai
    Senin 09-11-2020 - 07:31
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif