Selasa, 24 November 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian Ubah Sampah Jadi Emas
Jumat, 29-03-2019 - 19:24:31 WIB
Foto: Nasabah Bank Sampah Mutiara PT. Pegadaian Area Pekanbaru mengantarkan sampah untuk ditukarkan dengan tabungan emas di Jalan Swakarya Kecamatan Tampan/tribunpekanbaru/*
TERKAIT:
 
  • Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian Ubah Sampah Jadi Emas
  •  

    BANGAI.ID, PEKANBARU -- Kamis (14/3/2019) pagi, Bank Sampah PT. Pegadaian Area Pekanbaru di Jalan Swakarya Kecamatan Tampan silih berganti dikunjungi nasabah. Mereka terlihat membawa tumpukan karton bekas, ada pula beberapa jenis sampah plastik. Lalu menyerahkan kepada petugas untuk ditimbang.

    Semakin siang, tempat ini semakin ramai dikunjungi nasabah. Maklum, bank hanya melayani nasabah pada hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

    Setelah dilakukan penimbangan, secara teratur mereka antri untuk mengisi buku tabungan di meja administrasi. Di buku itu, tertera saldo yang telah mereka kumpulkan, baik dalam bentuk rupiah maupun emas.

    “Alhamdulilah sejak Desember 2018 saldo saya sudah Rp 65 ribu dari sampah ini. Yah, walau sedikit, lama-lama InsyaAllah menjadi bukit,”kata seorang Nasabah Bank Sampah PT. Pegadaian Area Pekanbaru, Murniati yang baru saja menyerahkan tiga kantong sampah berukuran sedang.

    Dia mengapresiasi keberadaan bank sampah ini karena turut menjaga lingkungan. Tidak hanya itu, dirinya pun tidak perlu pusing lagi untuk membuang sampah ketika tertumpuk di rumah.

    “Apalagi ada program tukar sampah jadi tabungan emas begini kan. Jadi semakin memotivasi kita untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih, Setidaknya yah dimulai dari rumah kita masing-masing.”ungkap Dia. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Jum'at (29/3/2019).

    Sementara itu, Darmawati tampak serius memilah beragam sampah plastik. Perlahan-lahan Dia memisahkan tutup botol plastik lalu memasukkannya ke karung goni. Katanya, sampah-sampah itu dipisahkan untuk diolah menjadi kerajinan tangan maupun diberikan kepada pengepul. Darmawati memang ditugaskan untuk memilah sampah-sampah yang dibawa nasabah. 

    Sesekali pandangan Darmawati tertuju pada anak gadisnya yang sedang riang bermain di taman bunga mini disamping bangunan bank.

    “Beginilah aktivitas kita setiap hari Selasa dan Kamis. Sembari saya bekerja, Dia (menunjuk putrinya) menunggu dengan bermain di taman itu,”katanya.

    Kepada tribunpekanbaru.com, Dia pun mengucap syukur dengan keberadaan bank sampah ini. “Selain menjaga lingkungan disini tetap bersih, juga memberikan pemasukan tambahan buat saya. Meski nominalnya tak terlalu besar, tapi yah bersyukur juga kita,”ungkapnya.

    Disela aktivitas di bank yang diberi nama Mutiara ini, dua pegawai Pegadaian Kanwil Pekanbaru, Irwan selaku Senior Manager PKBL dan CSR didampingi Senior Manager Humas, Wirya Iswandi datang berkunjung dan disambut Direktur Bank Sampah Mutiara, Akuan Mukerin.

    Akuan menyebut perkembangan Bank Sampah Mutiara cukup baik. Dia mengatakan jumlah nasabah sudah mencapai angka sekitar 200 orang sejak resmi beroperasi pada November 2018 kemarin. “Kita memprediksi jumlah nasabah akan terus naik. 
    Sebab, lokasi bank strategis berada di daerah yang padat penduduk serta di pinggir jalan. Disamping itu, kita juga terus melakukan sosialisasi,”katanya.

    Bahkan, pihaknya kini sudah mendapatkan lokasi tambahan penampungan sampah sebelum disetor kepada pengepul. “Tempat yang sekarang ini sudah tidak memadai lagi, tidak sanggup menampung jumlah sampah yang terus bertambah. Ada lahan kosong yang tidak jauh dari sini. Rencananya akan kita jadikan tempat penampungan baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita operasikan,”tuturnya.

    Senior Manager PKBL Pegadaian Kanwil Pekanbaru, Irwan menyambut baik informasi tersebut. Menurutnya keberadaan bank sampah membawa dampak positif kepada masyarakat. "Selain menjaga lingkungan, kita juga ingin mengedukasi masyarakat untuk menabung dan investasi,”katanya kepada tribunpekanbaru.com.

    Untuk terus meningkatkan antusias masyarakat ini, pihaknya juga tengah merancang beberapa kegiatan. Seperti pelatihan daur ulang sampah dan akan dilombakan saat perayaan HUT Pegadaian pada 1 April mendatang.

    “Harapannya nanti sampah-sampah ini juga bisa disulap menjadi barang yang bernilai oleh masyarakat disini. Dengan demikian, bank sampah tidak hanya menjadi tempat penukaran sampah menjadi emas tetapi juga menjadi wadah industri kreatif kerajinan tangan,”pungkas Irwan.

    Senior Manager Humas Pegadaian Kanwil Pekanbaru, Wirya Iswandi memaparkan program ini mengusung misi sosial. Memberikan edukasi pentingnya menjaga lingkungan dan juga tentang pentingnya investasi emas.

    “Disini kita menjelaskan kepada masyarakat bahwa investasi emas itu memiliki nilai lebih. Harganya yang tiap tahun naik, dimana 10 tahun terakhir ini harga emas mengalami kenaikan sekitar Rp 300 ribuan per gramnya. Tidak hanya itu, pengurusan pun mudah tanpa biaya administrasi,” jelasnya.

    Sebagai informasi tambahan, Bank Sampah ini diresmikan pada 26 November 2018 silam. Pada saat peresmian, Iswandi mengatakan bank sampah Pegadaian merupakan yang pertama untuk Kantor Wilayah Pekanbaru. Sedangkan untuk seluruh Indonesia adalah yang kedua setelah beberapa waktu lalu diresmikan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

    Setelah bank sampah di Area Pekanbaru mulai beroperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merencanakan kembali melalukan pembangunan selanjutnya di Area Batam dan Padang pada tahun 2019. Jika rencana ini dapat terealisasikan, maka jumlah total bank sampah Pegadaian untuk kantor wilayah Pekanbaru berjumlah sebanyak tiga unit.

    "Setelah Pekanbaru, di tahun 2019 kita fokus dulu ke area kita yang lain yakni Batam dan Padang, jadi satu area satu bank sampah dulu," sambungnya.

    Ia menuturkan, saat ini telah ada dua bank sampah milik pemerintahan kota yang terdapat di dua lokasi di Pekanbaru. Hadirnya bank sampah Pagadaian, diharapakan semakin memperlengkap dan memperbanyak jumlah bank sampai di masa-masa yang akan datang.

    Bank sampah ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat untuk mencintai hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    Bank Sampah PT Pegadaian (Persero) pengelolaan sepenuhnya diserahkan ke pejabat kelurahan Tuah Karya. Mengusung tagline The Gade Clean and Gold, masyarakat bisa melakukan kegiatan bersih-bersih untuk menjadikannya sebagai emas.

    "Maksud dari Tagline ini yaitu masyarakat mengumpulkan sampah di sekitarnya atau yang ada di rumahnya, kemudian sampah-sampah ini ditukarkan dengan tabungan emas Pegadaian di Bank Sampah. Maka selain membiasakan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, melalui program ini mereka juga bisa menabung emas dengan hanya bermodal sampah-sampah yang telah mereka kumpulkan dan jual ke bank sampah," jelas Dia.

    Melalui sarana dari PT Pegadaian (Persero) ini, Dia berharap bisa menjadi awal bagi masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih.

    "Bersih-bersih itu sekarang bisa jadi emas, dengan cara menjual sampah di bank sampah, masyarakat langsung kita kasih tabungan emas. Maka jika rutin menjual sampah ke bank sampah Pegadaian, tanpa terasa tahun berlalu, tabungan emas masyarakat kian hari makin bertambah banyak, hanya dengan sampah," tandasnya. (*)



     
    Berita Lainnya :
  • Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian Ubah Sampah Jadi Emas
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan
    Minggu 22-11-2020 - 05:15
    Arya Sinulingga Tidak Akan Adukan Balik Pospera
    Jumat 20-11-2020 - 13:38
    Peri Rinandar: Relawan yang Mundur Adalah Keputusan Cemen
    Kamis 19-11-2020 - 18:15
    Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
    Kamis 19-11-2020 - 17:32
    DPP Hanura Minta Proses PAW DPRD Siak Disegarakan dan Sesuai dengan Regulasi
    Rabu 18-11-2020 - 14:34
    Solidaritas Jaringan Reformasi Apresiasi Satgas Covid-19 Kirimkan Masker untuk Kegiatan Habib Rizieq
    Minggu 15-11-2020 - 08:27
    RSUD AA Jalani Dua Fungsi Pelayanan Secara Maksimal Untuk Masyarakat
    Kamis 12-11-2020 - 13:35
    Ditengah Covid, RSUD Tetap Lakukan Operasi Berat Bahkan Operasi Jantung Secara Mandiri
    Kamis 12-11-2020 - 13:31
    Cuma Bikin Masalah, Aminnullah Disarankan Mundur
    Selasa 10-11-2020 - 16:53
    RNA98 : Revolusi Akhlaq Itu Apakah Harus Merugikan Orang Lain?
    Selasa 10-11-2020 - 16:47
    Tidak Ada Benang Kusut yang Tidak Bisa Diurai
    Senin 09-11-2020 - 07:31
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif