Selasa, 24 November 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
Rabu, 05-12-2018 - 23:32:54 WIB
Foto: Ilustrasi takut/Viva*
TERKAIT:
 
  • Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA - Menonton film horor adalah mimpi buruk buat banyak orang, terutama wanita. Tapi para ilmuwan justru menggunakan adegan dari film horor untuk mencari tahu soal sebuah jalinan kunci neural pada manusia yang menjelaskan bagaimana otak memproses perasaan takut dan cemas.


    Hasil penemuan diharapkan bisa membantu mencari cara baru untuk menyembuhkan para penderita masalah mental. Banyak orang yang cenderung untuk terus mengingat pengalaman buruk karena dianggap berguna untuk mempertahankan hidup sehari-hari. Akan tetapi, interpretasi yang berlebihan terhadap rasa takut justru hanya menimbulkan kecemasan dan berbagai masalah mental lain, begitu kata para peneliti.


    Para peneliti tak perlu mengira-ngira lagi soal sirkuit di otak yang memunculkan ketakutan. Kini, para peneliti dari Universitas California Irvine (UCI) di Amerika Serikat telah merekam aktivitas neuron dengan menggunakan elektroda yang diselipkan di amygdala dan hippocampus (dua bagian di otak) pada sembilan orang saat mereka menyaksikan adegan film horor untuk merangsang munculnya rasa takut.


    “Elektroda di dalam otak menangkap gerakan neuron yang melesat setiap milidetik dan mengungkapkan dalam waktu yang sesungguhnya bagaimana otak mempengaruhi stimuli ketakutan,” jelas Zheng Jie, alumnus UCI.


    Para peneliti mendapatkan amygdala dan hippocampus memegang peranan penting dalam mengenali stimuli emosional dan melekatkannya di memori.


    “Kenyataannya, neuron di amygdala dilepaskan 120 milidetik lebih awal dari yang di hippocampus. Kami bisa menghitung dinamika otak dengan presisi seperti itu,” kata Zheng lagi, dilansir Tempo.


    Penelitian terhadap manusia dan hewan telah menegaskan peran amygdala dalam memproses rasa takut dan oeran setara hippocampus dalam meningkatkan proses memori dari peristiwa-peristiwa emosional. Sebelumnya tak pernah diketahui bagaimana dua bagian otak yang saling berdekatan tersebut berinteraksi dalam mengenali stimulus rasa takut.


    Dengan memahami aktivasi dari jaringan otak dalam memproses stimuli rasa takut sangat penting dalam mengembangkan cara penyembuhan baru masalah mental. Hasil penelitian itu diterbitkan di jurnal Nature Communications.(*)




     
    Berita Lainnya :
  • Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan
    Minggu 22-11-2020 - 05:15
    Arya Sinulingga Tidak Akan Adukan Balik Pospera
    Jumat 20-11-2020 - 13:38
    Peri Rinandar: Relawan yang Mundur Adalah Keputusan Cemen
    Kamis 19-11-2020 - 18:15
    Doni Monardo Ingatkan Kepala Daerah untuk Larang Semua Kegiatan Kerumunan
    Kamis 19-11-2020 - 17:32
    DPP Hanura Minta Proses PAW DPRD Siak Disegarakan dan Sesuai dengan Regulasi
    Rabu 18-11-2020 - 14:34
    Solidaritas Jaringan Reformasi Apresiasi Satgas Covid-19 Kirimkan Masker untuk Kegiatan Habib Rizieq
    Minggu 15-11-2020 - 08:27
    RSUD AA Jalani Dua Fungsi Pelayanan Secara Maksimal Untuk Masyarakat
    Kamis 12-11-2020 - 13:35
    Ditengah Covid, RSUD Tetap Lakukan Operasi Berat Bahkan Operasi Jantung Secara Mandiri
    Kamis 12-11-2020 - 13:31
    Cuma Bikin Masalah, Aminnullah Disarankan Mundur
    Selasa 10-11-2020 - 16:53
    RNA98 : Revolusi Akhlaq Itu Apakah Harus Merugikan Orang Lain?
    Selasa 10-11-2020 - 16:47
    Tidak Ada Benang Kusut yang Tidak Bisa Diurai
    Senin 09-11-2020 - 07:31
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif