Kamis, 13 Mei 2021 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
Rabu, 05-12-2018 - 23:32:54 WIB
Foto: Ilustrasi takut/Viva*
TERKAIT:
 
  • Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA - Menonton film horor adalah mimpi buruk buat banyak orang, terutama wanita. Tapi para ilmuwan justru menggunakan adegan dari film horor untuk mencari tahu soal sebuah jalinan kunci neural pada manusia yang menjelaskan bagaimana otak memproses perasaan takut dan cemas.


    Hasil penemuan diharapkan bisa membantu mencari cara baru untuk menyembuhkan para penderita masalah mental. Banyak orang yang cenderung untuk terus mengingat pengalaman buruk karena dianggap berguna untuk mempertahankan hidup sehari-hari. Akan tetapi, interpretasi yang berlebihan terhadap rasa takut justru hanya menimbulkan kecemasan dan berbagai masalah mental lain, begitu kata para peneliti.


    Para peneliti tak perlu mengira-ngira lagi soal sirkuit di otak yang memunculkan ketakutan. Kini, para peneliti dari Universitas California Irvine (UCI) di Amerika Serikat telah merekam aktivitas neuron dengan menggunakan elektroda yang diselipkan di amygdala dan hippocampus (dua bagian di otak) pada sembilan orang saat mereka menyaksikan adegan film horor untuk merangsang munculnya rasa takut.


    “Elektroda di dalam otak menangkap gerakan neuron yang melesat setiap milidetik dan mengungkapkan dalam waktu yang sesungguhnya bagaimana otak mempengaruhi stimuli ketakutan,” jelas Zheng Jie, alumnus UCI.


    Para peneliti mendapatkan amygdala dan hippocampus memegang peranan penting dalam mengenali stimuli emosional dan melekatkannya di memori.


    “Kenyataannya, neuron di amygdala dilepaskan 120 milidetik lebih awal dari yang di hippocampus. Kami bisa menghitung dinamika otak dengan presisi seperti itu,” kata Zheng lagi, dilansir Tempo.


    Penelitian terhadap manusia dan hewan telah menegaskan peran amygdala dalam memproses rasa takut dan oeran setara hippocampus dalam meningkatkan proses memori dari peristiwa-peristiwa emosional. Sebelumnya tak pernah diketahui bagaimana dua bagian otak yang saling berdekatan tersebut berinteraksi dalam mengenali stimulus rasa takut.


    Dengan memahami aktivasi dari jaringan otak dalam memproses stimuli rasa takut sangat penting dalam mengembangkan cara penyembuhan baru masalah mental. Hasil penelitian itu diterbitkan di jurnal Nature Communications.(*)




     
    Berita Lainnya :
  • Memahami Kerja Otak Lewat Film Horor
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Berkat Pegadaian, Mustahik Dapat Gerobak Berkah yang Layak untuk Jualan
    Kamis 06-05-2021 - 20:23
    Temukan Pelanggaran Perda dan Prokes Covid-19
    Sabtu 21-03-2021 - 23:27
    Rapat Paripurna Pelaksanaan Reses
    Senin 19-03-2021 - 19:52
    DPRD Sahkan Ranperda Inovasi Daerah dan Ranperda PPBD
    Senin 15-03-2021 - 19:52
    Pertanyakan Peredaran Minol di Pekanbaru
    Senin 01-03-2021 - 20:15
    Nakes Libur adalah Wajib
    Jumat 01-01-2021 - 11:37
    Pariwisata
    Dari Muhibah PWI Pekanbaru ke Sumbar, Wabup Suhatri Bur: Kami Butuh Promosi
    Minggu 27-12-2020 - 12:00
    Ada Aktivis 98 Hingga Kapitra Ampera Masuk Kabinet Reshuffle: Jokowi Harus Tepati Janji !
    Selasa 22-12-2020 - 06:12
    45 Anggota DPRD Pekanbaru Ikuti Bimtek Renja dan Kode Etik di DIY
    Senin 21-12-2020 - 21:27
    Bersempena Usia Ke-18, Alumni AAU 2002 Gelar Baksos
    Sabtu 19-12-2020 - 17:25
    Doni Monardo: Harus Revisi UU Kekarantinaan Kesehatan
    Sabtu 19-12-2020 - 16:20
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif