Senin, 13 Juli 2020 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Jokowi, TKA China, dan Pilpres 2019
Selasa, 11-12-2018 - 20:13:26 WIB
Foto: ilustrasi/net*
TERKAIT:
 
  • Jokowi, TKA China, dan Pilpres 2019
  •  

    BANGAI.ID, JAKARTA - Pada Pemilihan Presdien 2019 mendatang, Joko Widodo kembali mencolonkan diri. Sebagai petahana, tentu Jokowi telah memerintah selama 4 tahun lebih, dan sudah ada beberapa kebijakan yang dibuat.


    Dari kebijakan-kebijakan yang dibuat, ada sutu kebijakan yang terus menuai kontroversi, yaitu kebijakan investasi Republik Rakyat China (RRC) di Indonesia.


    Sebab selain investasi, juga membawa tenaga kerja secara besar-besaran di tengah jutaan angkatan kerja di dalam negeri yang menganggur.


    Ini sangat berbahaya bagi masa depan anak cucu dan negeri ini.


    Protes demi protes atas kebijakan ini telah dilakukan oleh rakyat dari Sabang sampai Marueke, bahkan telah terjadi bentrokan fisik di beberapa daerah, antara tenaga kerja China dengan pekerja lokal karena perbedaan fasilitas dan gaji yang diberikan.


    Tapi itu tidak pernah menjadi pertimbangan bagi Presiden Jokowi untuk mengevaluasi permasalahan investasi ini, padahal Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah marah akibat kebijakan ini.


    Namun, yang terjadi bukan Jokowi mengevaluasi kebijakan ini, tetapi yang dilakukan melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan, menawarkan proyek baru senilai 60 miliar dolar AS atau setara Rp 870,5 triliun kepada para investor China.


    Tawaran itu dimaksudkan untuk memanfaatkan skema kerja sama One Belt One Road (OBOR).


    Melihat kebijakan ini, apakah Jokowi layak diteruskan menjadi Presiden pada Pilpres nanti? Mari tanya hati nurani kita sebagai rakyat dan bangsa Indonesia.


    Bayangkan bagaimana nasib anak cucu kita di masa depan.


    Tulisan ini bukan provokasi maupun agitasi, tetapi sebagai bentuk kecintaan dan tanggung jawab moral serta penyeselan mendalam sebab penulis terlibat menaikan Jokowi pada Pilpres 2014 yang lalu. (*)


    Amirullah Hidayat

    Penulis adalah Koordinator Pusat Relawan Komunitas Sadar (Korsa).


    Artikel ini telah tayang di RMOL dengan judul "Jokowi, Tenaga Kerja China, dan Pilpres 2019".









     
    Berita Lainnya :
  • Jokowi, TKA China, dan Pilpres 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Mengaku Tak Sanggup Jalankan Tugas, Bahlil Diminta untuk Serahkan Kembali Jabatannya
    Selasa 30-06-2020 - 12:38
    Gelar Rapat Perdana Setelah PSBB, Begini Strategi Bawaslu Lakukan Pengawasan Pilkada Ditengah Covid19
    Selasa 16-06-2020 - 06:14
    Gemerlap Pasar Malam di The Zuri Hotel Pekanbaru
    Minggu 14-06-2020 - 09:52
    Danlanud Rsn Sambut Kedatangan Panglima TNI Dan Kapolri
    Sabtu 13-06-2020 - 14:50
    Didatangi Sekelompok Orang, Puskopkar Riau Beberkan Alasan Kuasai Lahan Kebun Sawit di Rohul
    Sabtu 13-06-2020 - 09:45
    Syahrul Aidi Wujudkan Mimpi Nenek Hamida Melalui Program Rehab 1.000 Rumah
    Sabtu 13-06-2020 - 07:39
    Perombakan Komisaris dan Direksi BUMN Dinilai Tidak Profesional, Fernando: Banyak Diisi Pensiunan dan Orang Lama
    Senin 08-06-2020 - 08:24
    Ade Minta Ponpes di Riau Agar Diberi Perhatian Khusus oleh Pemprov
    Sabtu 30-05-2020 - 09:03
    Danlanud Rsn Sertijab Danskadud 16
    Jumat 29-05-2020 - 10:27
    Puskopkar Sudah Kuasai Lahan dan Kebun Sawit di Rohul
    Sabtu 23-05-2020 - 16:16
    Generasi yang tak Diinginkan, Sebuah Perbandingan Antara "Yang Disayang" dan "Yang Dibuang"
    Selasa 19-05-2020 - 13:16
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Bangai.iD | ruang inspiratif